8 Jenis Kain Rekomendasi Untuk Harian

Membeli baju secara online bukan hal yang gampang. Salah satunya masalah yang kerapkali dijumpai ialah jenis kain yang tidak sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh, kamu membayangkan sweater yang halus, tapi sweater yang datang malah dengan bahan cukup kasar.

Oleh karenanya, saat sebelum membeli baju, apa lagi secara online, kamu perlu memperhatikan jenis kain yang tertulis dengan cermat. Pasalnya , setiap kain mempunyai peranan dan karakter yang tidak sama, loh!

Adapun setiap bahan akan memberi kesan yang berbeda. Misalkan, ada bahan yang dapat membuat kamu terlihat lebih pendek, semakin tinggi, atau kurusan.

Nach, jika ragu berbelanja online karena kita belum mengenal jenis kain yang populer dipasarkan di online shop, kamu harus baca artikel ini hingga usai!

Mengapa Pemilihan Jenis Kain Itu Penting?
Tiap baju tidak mungkin dibuat dari jenis kain yang serupa.

Coba pikirkan bila bahan jersey yang umum dijadikan kaus olahraga mendadak dipakai untuk membuat jaket musim dingin. Pasti jaket itu jadi tidak berfungsi sesuai tujuan awalannya. Jaket musim dingin yang semestinya dibuat tebal, malah tidak dapat menghangatkan pemakainya karena dibuat dari kain tipis.

Pada dasarnya, setiap baju mempunyai tujuan masing-masing. Ada yang khusus dibuat untuk menghangatkan tubuh, ada juga yang dibuat untuk keperluan musim kemarau. Ada yang dibuat kaku, tapi ada pula yang dibuat lembut dan fleksibel.

Oleh karenanya, baju harus dibuat menggunakan jenis kain yang tepat. Dengan begitu, setiap baju akan menjalankan perannya masing-masing dengan optimal.

Jenis Kain yang Populer di Toko Online

1. Brokat (Brocade)

Sejauh ini, kain brokat dikenal sebagai bahan yang dipakai untuk membuat kebaya. Walau sebenarnya, lebih dari itu, jenis kain ini banyak juga dipakai pada gaun atau dress pernikahan. Hal ini disebabkan karena kesan-kesan eksklusif dan menawan yang dikeluarkan oleh kain brokat.

Brokat datang dari kata ‘brocato’ yang dengan bahasa Italia bermakna kain yang dianyam. Kain ini memang dibuat dengan teknik tenun sulam untuk menghasilkan detil dekorasi yang cantik, seperti pola bunga dan daun.

Biasanya, kain brokat memang terasa kasar dan gatal. Itulah mengapa umumnya ada kain yang lain melapis brokat supaya tidak langsung menyentuh kulit. Disamping itu, kain ini banyak dipakai dalam acara formal dan resmi, bukan aktivitas sehari-hari.

2. Spandek (Lycra)

Spandek atau lycra ialah jenis kain yang memiliki sifat elastis. Kain spandek dibuat berbahan sintetis yang kuat. Dengan personalitasnya yang plastis dan lentur, kain spandek akan memberi rasa halus dan dingin saat dipakai.

Kain spandek umumnya dipakai sebagai pakaian dalaman karena berbahan yang paling tipis. Tetapi, sekarang beberapa orang menggunakan spandek untuk membuat hijab dan gamis , loh! Ada juga orang yang menyatukan spandek dengan polyester dan katun sehingga jadi lebih tebal dan nyaman dipakai.

Spandek mempunyai kualitas yang bagus untuk meresap keringat dan memantulkan kembali cahaya ultraviolet.

3. Poliester (Polyester)

Di atas, Admin sempat mengatakan jika kain spandek kerap dipadukan dengan poliester atau polyester. Memang, apa itu jenis kain poliester?

Pada dasarnya, polister ialah bahan kain yang sintetis tapi tidak bisa menyerap keringat. Permukaan atasnya juga tidak sehalus spandek dan warnanya bisa lebih cepat pudar karena memiliki kandungan serat buatan. Jika berbicara masalah kualitas, beberapa orang memandang kualitas kain poliester lebih rendah dibanding katun.

Meskipun begitu, polister mempunyai sifat kain yang tidak gampang kusut. Harga juga lebih murah dibanding beberapa jenis kain yang lain.

4. Cotton Combed

Cotton atau kain katun sebagai salah satu bahan kain yang terpopuler dipakai untuk kaos oblong dan atasan. Bahan kain yang dibuat dari serat kapas alami ini mempunyai struktur yang lembut, dingin, dan gampang mempernyerap keringat. Itulah kenapa jenis kain ini sangat terkenal di Indonesia yang mempunyai cuaca tropis.

Beberapa macam cotton combed di antaranya combed 20s, 24s, dan 30s. Angka itu menerangkan ketebalan berbahan katun. Makin tinggi angkanya, maka kain katun akan lebih tipis.

Maka dapat disebutkan jika 30s sebagai jenis cotton combed yang paling tipis. kain ini juga kerap digunakan untuk konveksi seragam karena kaulitasnya.

5. Baby Terry

Kalau kerap membaca spesifikasi produk jaket atau sweater, umumnya kamu akan menemukan informasi jenis kain baby terry.

Ya, kain ini sering dipakai untuk membuat pakaian tebal, seperti sweater, jumper, hoodie, atau jaket. Mempunyai daya serap tinggi seperti handuk, jenis kain ini dibuat dari 80% cotton dan 20% polyester.

Beberapa macam baby terry yang terkenal diantaranya baby terry, terry biasa, dan french terry (terry dorr). Masing-masing mempunyai kualitas yang berbeda, ya.

6. Sifon (Chiffon)

Kain sifon atau chiffon ialah jenis kain yang berbahan sintetis dengan kombinasi sutra, katun, nylon, polyester, dan mengandung rayon. Sifat dari kain ini secara fisik sangat tipis, enteng, dan transparan.

Bahan kain ini banyak pada pakaian formal, seperti atasan, dress, dan rok. Tetapi, karena berwarna cukup transparan, kamu perlu melapisnya dengan kain lainnya yang lebih tebal.

Adapun kain sifon kerap digunakan sebagai pemanis baju, seperti syal dan ikat pinggang.

7. Wolfis (Woolpeach)

Di Indonesia, tipe kain woolpeach lebih terkenal dengan panggilan wolfis karena lebih gampang disampaikan. Bahan kain ini dibuat dari kombinasi kain sutra, katun, dan tambahan serat sintetis.

Mempunyai serat yang rapat dan lembut, kain wolfis sangat enteng walau mempunyai kelompok bahan yang tebal. Umumnya kain ini dipakai dalam material bahan pakaian gamis, atasan, jilbab instant, dan grosir daster murah.

Penutup

itulah 7 rekomensai jenis kain untuk digunakan harian. semoga artikel ini bermanfaat!.