20 Sifat Wajib Allah yang bisa di Kenalkan sejak Awal pada Si Kecil

20 Sifat Wajib Allah yang bisa di Kenalkan sejak Awal pada Si Kecil

20 Sifat Wajib Allah yang bisa di Kenalkan sejak Awal pada Si Kecil – Merupakan kewajiban seorang muslim untuk mempelajari ilmu tauhid yang akan kecintaan kepada Allah SWT semakin besar. Apabila di terapkan sejak dini ke anak, hal itu akan terus diingatnya sampai dewasa bahkan akhir hayatnya.

Salah satu investasi yang dapat di lakukan oleh orang tua ialah memperkenalkan sifat wajib Allah SWT kepada anak. Sifat Wajib merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah SWT yang maha sempurna. Dengan mempelajarinya, diharapkan seorang semakin lebih bertambah.

Dalam memperkenalkan dan mengajarkan anak untuk ketahui sifat wajib Allah, Anda lakukan sambil bermain. Anda juga bisa mengetahui informasi Artikel Pendidikan Agama Islam lainnya untuk mengajarkan pada anak.

Selain bisa mengenali sifat wajib Allah, Sang Kecil akan memperoleh banyak manfaat lain dari bermain yang sudah pasti membahagiakan. Sains memberikan dukungan manfaat bermain yang akan di rasa oleh anak-anak saat terlatih melakukannya.

Ketika bermain, hal itu mempunyai dampak positif dalam otak dan kekuatan anak untuk belajar, dikutip Parenting Science. Kenyataannya, bermain bisa berperan sebagai mode pembelajaran yang efisien dan akan terasa lebih menyenangkan dan tidak terasa sebagai kegiatan belajar yang monoton.

Sifat Wajib Allah

Berikut 20 sifat wajib Allah yang dapat dikenalkan ke Si Keci:

1. Wujud (Ada)

Sifat wajib Allah SWT yang pertama ialah ‘wujud’ yang maknanya ‘ada’. Tujuannya, Allah ialah zat yang jelas ada, Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapa saja dan tidak ada Tuhan selain Allah Ta’ala. Bukti jika Allah SWT itu ada ialah terbentuknya semesta alam dan seisinya.

Allah SWT berfirman: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara ke-2 nya dalam enam masa, kemudia dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada untuk kamu selain dari-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi Syafa’at 1190. Maka kamu tidak memperhatikan?” (QS As-Sajadah: 4).

2. Qidam (Awal)

Qidam mempunyai makna terdahulu. Maksudnya, Allah SWT ialah sang pencipta yang membuat semesta alam dan isinya. Oleh karena itu, tidak ada pendahulu atau yang mengawali selain Allah SWT. Allah SWT tidak dibuat karena jadi zat pertama kali yang memulai semua hal.

Ini seperti diterangkan dalam Alquran: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. ” (QS Al-Hadid: 3).

3. Baqa’ (Kekal)

Sifat wajib Allah yang setelah itu ‘Baqa” yang maknanya kekal. Allah itu Maha kekal, tidak punah dan binasa atau mati. Tidak ada akhir untuk Allah SWT.

dikatakan oleh Allah SWT: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala harapan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS Al-Qasas: 88).

4. Mukholafatul Lilhawaditsi (Berbeda dengan Makhluk Ciptaannya)

Karena Allah SWT adalah yang penciptakan, karena itu Allah SWT sudah tentu berbeda jauh dengan makhluk-makhluk ciptaannya. Tidak ada yang sanggup dibandingkan denganNya dan mampu seperti keagunganNya.

Ini diterangkan dalam Alquran: “Tidak ada hal yang serupa dengan Dia dan Dia yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS Asy-Syura:11).

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)

Qiyamuhu Binafsihi jadi sifat wajib Allah seterusnya. Mempunyai makna ‘berdiri sendiri’, sebenarnya Allah SWT Ta’ala mandiri, tidak bergantung oleh siapa saja dan tidak memerlukan bantuan karena Allah SWT merupakan sang pencipta.

Alquran menerangkan: “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS Al-Ankabut: 6).

6. Wahdaniyah (Tunggal)

Maksudnya, Allah-lah satu-satunya ciptaan pencipta semesta alam. Seperti diterangkan dalam Alquran: “Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan – tuhan selain Allah, tentulah ke-2 nya akan binasa.” (QS Al-Anbiya:22).

7. Qudrat (Berkuasa)

Sebagai pencipta, Allah Maha Kuasa atas segala hal dan tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Nya. Seperti tercantum dalam Alquran: “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ” (QS Al-Baqarah: 20).

8. Iradat (Berkehendak)

Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Oleh karena itu, peristiwa apa saja tentu terjadi atas kehendak Allah SWT. Penjelasan dalam Alquran yaitu: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menginginkan sesuatu hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka terjadilah.” (QS Yasin: 82).

9. ‘ilmun (Mengetahui)

Allah SWT Maha Mengetahui segala hal baik yang terlihat atau yang tidak terlihat. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh Hati, dan Kami lebih dekat daripada urat lehernya.” (QS Qaf : 16).

10. Hayat (Hidup)

Allah Maha Hidup, tidak akan pernah binasa atau musnah. Dia selamanya. “Dan bertakwalah ke Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS Al-Furqon: 58)

11. Sama’ (Mendengar)

Allah Maha mendengar apa yang disampaikan hambanya, tidak ada yang akan terlewati oleh-Nya. “Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah: 76).

12. Basar (Melihat)

Termasuk dalam sifat wajib Allah, semuanya yang ada di bumi ini tidak lepas dari pengelihatan Allah SWT karena pengelihatan-Nya tidak mempunyai batas. Allah SWT dapat melihat apa saja, kapan saja di mana saja lebih dari yang manusia pikirkan. “Dan Allah melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hujurat: 18).

13. Qalam (Berfirman)

Lewat firman-Nya, Allah SWT memberikan kepada nabi dan rasulnya untuk menebarkan Qalam-Nya sebagai pegangan umat manusia. “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS Al-A’raf: 143).

14. Qadiran (Berkuasa)

Mengenai sifat wajib Allah ini sudah diterangkan dalam Alquran: “Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. jika Allah menghendaki, niscaya dia akan melenyapkan pendengaran dan pengelihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ” (QS Al-Baqarah: 20).

15. Muridan (Berkehendak)

Bila Allah telah menakdirkan sesuatu, jadi tidak ada yang bisa menolak kehendak-Nya. “Mereka kekal didalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana pada apa yang Dia kehendaki.” (QS Hud: 107).

16. Aliman (Mengetahui)

Sebagai sifat wajib Allah, maknanya Allah Maha ketahui atas semua sesuatu. Tidak ada yang dapat, bahkan juga hanya sebesar debu juga, baik tindakan baik atau buruk. “Dan Allah Maha Mengetahui Sesuatu…” (QS An-Nisa:176).

17. Hayyan (Hidup)

Allah SWT selalu hidup dan bisa memantau hamba-hambaNya karena tak pernah tidur. “Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Furqon: 58).

18. Sami’an (Mendengar)

Allah mempunyai sifat wajib Sami’an yang memiliki arti mendengar. tidak ada yang terlewatkan untuk Allah dan tidak ada juga yang melampui pendengaranNya. Gemericik angin sampai hembusan dalam hati seorang juga Allah SWT mengetahuinya.

19. Basiran (Melihat)

Bashiran mempunyai makna melihat. Allah selalu melihat dan mengawasi hamba-hambanya. Oleh karena itu, semestinya umat Islam selalu melakukan perbuatan baik dan merasa diri selalu jadi perhatian oleh Allah.

20. Mutakalliman (Berfirman atau Berkata-kata)

Mutakalliman memiliki arti berkata-kata. Allah berfirman melalui kitab-kitab suci yang di turunkan dan disampaikan oleh para nabi dan rasul. Semuanya yang datang dari Allah SWT ialah benar-benar ada dan semua manusia harus tunduk pada perintahnya.

Penutup

Mengenali sifat wajib Allah sejak dini bisa menjadi nilai yang akan berjalan sepanjang umur anak. Demikian artikel di atas, jika anda ingin mengetahui berbagai informasi seputar pendidikan lainnya. Anda bisa mengecek di Blog Pendidikan Terbaik. Jika ada kesalahan mohon maaf dan sekian terima kasih.